Asosiasi Guru Penulis Lembata

Hadiah Buku Pendidikan Matematika Realistik yang diberikan oleh Arie Wibowo, M.Pd guru matematika asal Kalimantas Selatan dalam momen Olimpiade Guru Nasional Tahun 2018 di Hotel D'Max, Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat tanggal 4 - 8 Mei 2018

Perwakilan NTT

Lima perwakilan NTT dalam ajang olimpiade guru nasional tahun 2018 yang terdiri dari guru mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, dan guru kelas SD bersama para petinggi Kesharlindung Dikdas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Busana Daerah Papua

Bersama perwakilan guru asal Papua dalam ajang olimpiade guru nasional tahun 2018 saat malam penutupan, yang diwarnai dengan kekaragaman busana daerah masing-masing

Display Inovasi Pembelajaran

Menyanggahi pertanyaan para juri pada tahapan display dalam ajang Inovasi Pembelajaran tahun 2017 di Hotel Mercure Harvestland, Kuta, Bali, tanggal 4 - 8 September 2017

Wisata ke Pandawa

Diberikan kesempatan oleh panitia inobel untuk wisata bersama kelompok MIPA. Ini adalah salah satu destinasi wisata di Bali yang saya senangi

Senin, 12 Februari 2018

Panduan Penyusunan Soal USBN

Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS USBN) tahun pelajaran 2017/2018 telah diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada tanggal 7 Februari 2018 yang lalu. Tanggal 9 April April s.d 12 Mei 2017 sesuai yang terjadwal dalam POS USBN adalah waktu pelaksanaan USBN untuk mata pelajaran umum, selain pendidikan Agama dan Budi pekerti yang terjadwal pada 16 April 2018 s.d 30 April 2018.

Untuk itu sebagai penanggungjawab, Dinas Pendidikan harusnya sudah benar-benar siaga dalam hal ini. Seperti yang tercantum pada halaman 17 dalam POS USBN dijelaskan mekanisme penyusunan soal, dimana 20% - 25% soal dari pusat dan 75% - 80% soal dari guru melalui wadah MGMP. Lantas apakah di tempat bapak/ibu mengabdi, sudah dipersiapkan? Agar lebih jelas, silahkan unduh Pengantar POS USBN tahun 2018 (unduh di sini) dan POS USBN tahun 2018 (unduh di sini).

Berdasarkan pantauan admin melalui soal try out yang telah dilakukan baik pada tingkat provinsi untuk SMA, maupun tingkat kabupaten untuk SMP, terdapat banyak soal yang bisa dibilang tidak valid. Hanya terdapat satu kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi yaitu "soal tersebut tidak melalui tahap validasi".

Sesuai petunjuk dalam POS USBN maka selain soal pilihan ganda, juga disertakan soal uraian sebanyak 5 nomor untuk setiap mata pelajaran. Jika demikian, maka tugas guru melalui wadah MGMP selain merakit soal juga membuat rubrik penilaian yang akurat sehingga tidak merugikan siswa tentunya.

Berangkat dari pengalaman admin yang juga sebagai ketua MGMP, dimana rata-rata guru memang mahir dalam merakit soal pilihan ganda, namun sering kewalahan dalam merakit soal uraian. Walaupun, hal ini erat kaitannya dengan penilai yang dilakukan sehari-hari di dalam kelas. Lantas apakah kita mampu bangkit dari keterpurukan itu?

Untuk menjawabi keraguan di atas, maka pemerintah melalui Pusat Penilaian Pendidikan, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia telah menyediakan secarah utuh Panduan Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang telah dirilis pada bulan Januari 2018 lalu. Hal ini dimaksudkan agar guru melalui wadah MGMP dibawah naungan dinas pendidikan setempat mampu menghasilkan soal yang berkualitas sesuai harapan pemerintah.


Mohon dipelajari dengan baik panduan ini secara online, atau anda dapat juga mengunduh untuk dibaca secara offline dengan cara klik (unduh di sini). Selamat bertugas. @hyro

Minggu, 11 Februari 2018

Juknis BOS 2018

Dalam upaya pembenahan pelaporan keuangan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (kemdikbud) telah menerbitkan secara berkala sejumlah aturan untuk dijadikan petunjuk bagi TIM Manajemen BOS mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten, provinsi hingga pada tingkat pusat. Aturan-aturan tersebut dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (permendikbud).

Tepatnya Hari Jumad, tanggal 19 Januari 2018, kemendikbud secara resmi meluncurkan suatu aturan baru yang juga menjadi aturan perdana dalam tahun 2018. Aturan tersebut, mengatur secara khusus tentang BOS yang selanjutnya disebut dengan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (Juknis BOS). Adapun salinan permendikbud tersebut telah dilengkapi dengan lampirannya, yang secara jelas dari Bab ke Bab.

Pada Bab I mengenai Pendahuluan, memuat 5 poin inti antara lain: (a) tujuan BOS, (b) sasaran, (c) satuan biaya, (d) waktu penyaluran, dan (e) pengelolaan BOS menggunakan manajemen berbasis sekolah. Untuk Bab II tentang Tim BOS, memuat empat poin inti antara lain: (a) tim BOS pusat, (b) tim BOS provinsi, (c) tim BOS kabupaten/kota, (d) tim BOS sekolah. Untuk poin (d) Bab II ini apakah sekolah anda sudah ada? Bila belum segeralah dibentuk melalui rapat dewan guru.

Pada Bab III tentang Penetapan Alokasi, memuat 3 poin inti antara lain: (a) pendataan, (b) penetapan alokasi BOS tiap provinsi/kabupaten/kota, dan (c) penetapan alokasi BOS tiap sekolah. Untuk Bab IV tentang Penyaluran Dana, memuat 2 poin inti antara lain: (a) penyaluran BOS, dan (b) ketentuan pemberian dana. Pada Bab V tentang Penggunaan Dana, memuat 7 poin inti antara lain: (a) ketentuan umum, (b) penggunaan dana, (c) komponen pembiayaan BOS pada SD, (d) komponen pembiayaan BOS pada SMP, (e) komponen pembiayaan BOS pada SMA, (f) komponen pembiayaan BOS pada SMK, dan (g) komponen pembiayaan BOS pada SDLB/ SMPLB/ SMALB/ SLB. Untuk poin (c), (d), (e), (f), dan (g) pada Bab ini telah dirincikan secara jelas mulai dari pengembangan perpustakaan, pembayaran honor hingga pada biaya lainnya. Sudakah sekolah anda membelanjakan dana BOS sesuai komponen-komponen tersebut?

Bab VI tentang Mekanisme Belanja. Pada Bab ini memuat 3 poin inti antara lain: (a) ketentuan mekanisme pembelian dan pengadaan barang/jasa, (b) mekanisme pembayaran, dan (c) pencatatan inventaris dan aset. Pada Bab VII tentang Pertanggunjawaban Keuangan, memuat 6 poin inti antara lain: (a) pembukuan, laporan, dan transparansi di sekolah, (b) laporan tingkat kabupaten/kota, (c) laporan tingkat provinsi, (d) laporan tingkat pusat, dan (e) bentuk format laporan rekapitulasi penggunaan dana, (f) ketentuan pajak. Apakah sekolah bapak/ibu sudah transparansi dalam hal pelaporan seperti yang ditekankan pada poin (a) Bab ini?

Pada Bab VIII tentang monitoring, memuat 3 poin inti antara lain: (a) monitoring oleh TIM BOS pusat, (b) monitoring oleh TIM BOS provinsi, dan (c) monitoring oleh TIM BOS kabupaten/kota. Untuk Bab IX tentang pengawasan dan sanksi, memuat 2 inti antara lain: (a) pengawasan, dan (b) sanksi. Sedangkan Bab X mengatur secara khusus tentang pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat yang memuat 3 poin inti antara lain: (a) tujuan, (b) media, dan (3) tugas dan fungsi layanan. Dimana pada poin (b) telah dicantumkan alamat pengaduan baik dengan email ataupun melalui surat pos.

Untuk lebih jelas, silahkan lihat langsung isi permendikbud ini, atau dengan meng-unduh dan membacanya secara offline.


Bila anda masih bingung cara mengunduh, silahkan klik di sini. Mari kita jaga transparansi demi generasi yang lebih baik, jangan sampai sekolah yang merupakan lembaga penghasil generasi masa depan menjadi contoh yang buruk. @hyro

Sabtu, 10 Februari 2018

PPG tahun 2018

Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2018 sebentar lagi akan dimulai dari rencana pemerintah untuk diberikan untuk 70.000 guru, namun dengan catatan 20.000 nantinya akan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan 50.000 sisanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah atau satuan pendidikan. Lalu apakah hal itu dapat terwujud terutama yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah atau satuan pendidikan? Tunggu saja

Saat ini melalui situs resminya http://ap2sg.sertifikasiguru.id/pub/index.php pemerintah sedang mempersiapkan penetapan peserta PPG dalam jabatan sebagai kelanjutan dari pretes PPG. Seperti yang dipantau admin ilowutung, guru yang telah dinyatakan lulus melalui situs tersebut wajib memenuhi beberapa persyatan yang dapat dicek langsung melalui situs ap2sg. Syarat-syarat tersebut memang cukup rumit dibandingkan dengan pola sebelumnya melalui PLPG. Namun yang terpenting adalah kesiapan individu guru tentunya.

Dari presentase kelulusan pretes PPG tahun 2018 untuk kabupaten lembata hanya mencapai 0,07% dari total yang mengikuti pretes 340 guru baik dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Ini menunjukkan jika kualitas guru-guru di kabupaten yang terkenal dengan tradisi lamafa ini memang perlu ditingkatkan. Lantas apakah masalah ini sudah benar-benar menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah melalui dinas pendidikan setempat? Mari kita doakan bersama.

Berangkat dari masalah tersebut, dan juga pengalaman dalam PLPG tahun-tahun sebelumnya maka, admin ilowutung telah menyiapkan beberapa file berupa bentuk soal UTN dan juga penyelesaiannya khusunya mata pelajaran matematika yang dapat dijadikan acuan untuk para guru dalam mempersiapkan diri menghadapi PPG tahun ini.


Untuk memperoleh file di atas, klik pada tautan berikut Soal dan Pembahasan UTN Tahun 2017.  Semoga bermanfaat dan jadilah guru yang tak pernah berhenti untuk belajar.

Selasa, 16 Januari 2018

Cek hasil pretest PPG


Bagi guru yang sudah mengikuti pretes PPG, tentunya penasaran seperti apa hasil ujiannya. Namun sayang servernya ditutup untuk sementara waktu. Oleh karena itu, kami berusaha membantu bagaimana mengatasi masalah tersebut hanya dengan 7 langkah sebagai berikut:

1. Masuk ke link berikut
ap2sg.sertifikasiguru.id/pub/index.php?pg=pretes, maka akan tampil halaman yang dikunci kolom tempat input NUPTK
2. Klik kanan pada sembarang tempat dan pilih inspect untuk edit HTML
3. Buka pada <body> dan klik kiri pada <div class="container mainarea">...</div>
4. Klik kanan pada <div class="wel wel-bar">...</div> dan pilih edit as HTML
5. Cari pada baris <input type="text" class="form-control input-xs" name="nupes" id="nupes" placeholder="NUPTK/Nomor Peserta" onkeypress="return caripre(event, addsrc); "disable=" "> lalu ganti kata disable menjadi enable
6. Klik keluar, maka kolom tempat input NUPTK telah terbuka. Hanya saja tombol search masih terkunci.
7. Input NUPTK dan tekan enter maka akan tampil hasil pretest anda

CP: 085237600250 (WA/TG) bila mengalami kendala

Selasa, 05 September 2017

Finalis inobel 2017

Aplikasi duratif untuk pembelajaran lingakaran mata pelajaran matematika, dapat di unduh di sini, sedangkan untuk pembelajaran bangun ruang baik sisi datar maupun sisi lengkung, dapat diunduh di play store di sini. Sedangkan panduan untuk pembuatannya dapat di unduh di sini

Selamat mencoba, semoga berhasil

Jumat, 12 Mei 2017

Curhat seputar iman


Vonis yang dijatuhi hakim terhadap Basuki Tjaja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan agama telah berhasil menyedot perhatian publik di seluruh tanah air bahkan dunia. Dan beberapa faktor penyebabnya adalah Ahok yang seorang gubernur apalagi gubernur DKI Jakarta yang nota bene sebagai pusat ibu kota negara Republik Indonesia. Faktor lainnya adalah Ahok dimata banyak kalangan dipandang sebagai sosok pemimpin yang jujur, berani dan tegas. Pertanyaan sederhana yang muncul dalam benakku dan mungkin juga pembaca sekalian "apakah dapat terjadi dalam diri seorang biasa seperti saya ataupun anda sekalian jika mengalami kasus atau masalah yang sama?" Jawabannya tentu tidak, sebab anda dan saya bukan siapa-siapa. 

Terlahir dari kaum minoritas menjadikan sesorang akan selalu tertindas dalam setiap persolan, sebab hukum di negara ini bahkan dalam gerejapun selalu tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Mengapa gerejapun demikian, apakah dapat dibuktikan? Sepenggal cerita yang ku alami ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sepenggal Kisah
Tahun 2013 silam, disaat gereja melalui paroki tempat saya berdominsili membuka kesempatan bagi pasangan hidup yang telah memiliki anak sebelum disahkan gereja untuk menerima sakramen perkawinan atau lebih dikenal dengan istilah nikah masal. Dan atas kesepakatan keluarga, kamipun mendaftarkan kakak sulung yang saat itu sedang mengandung anak ke-2 bersama suaminya untuk boleh mendapatkan kesempatan itu. Dan seperti biasa beberapa syarat perlu dilengkapi sebelum ketahapan berikutnya yaitu Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) yang termasuk di dalamnya surat keluasan dari orangtua kedua bela pihak dan silsila (garis keturunan) yang langsung ditanda tangani seorang kepala suku sebagai pemimpin tertinggi dalam sebuah suku. 

Setelah semuanya disiapkan, maka kedua merekapun mendaftarkan diri secara resmi ke paroki sebagai calon penerima sakramen perkawinan tahun itu. Seminggupun berlalu dengan mengikuti KPP sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui termasuk ibu hamil sekalipun. Alhasil ketika nama pasangan dibacakan untuk diketahui secara umum melalui mimbar gereja, para anggota suku termasuk di dalamnya kepala suku sontak langsung protes dan berupaya untuk membatalkan pernikahan kakakku yang pelaksanaannya tinggal sehari lagi. Berbagai upayapun dilakukan suku hingga berhasil menemuai pastor paroki pada malam hari menjelang subuh. 

Seperti keputusan yang dilakukan hakim dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok dinilai banyak orang sebagai akibat tekanan dari kaum mayoritas, demikian pun pandangan ku terhadap keputusan yang dibuat pastor paroki malam itu telah berhasil membuat tersenyum anggota suku yang hadir termasuk kepala suku yang telah memberikan restu secara tertulis. Namun tanpa disadari keputusan tersebut, telah berhasil membuat luka yang mendalam bagi keluargaku terutama kakakku yang saat itu telah mengandung tujuh bulan. Mungkin saja jika hal ini dilaporkan ke pihak keuskupan, bisa dimenangkan oleh keluargaku sebab tak ada pertimbangan yang berarti untuk membatalkan pernikahan tersebut gumamku. Tetapi bagiku mengalah adalah jalan terbaik untuk memenangkan diri, dan membiarkan waktu untuk menjawab semua kebenaran itu. 

Pesan yang diperoleh
1000 lilin telah dinyalahkan dimana-mana sebagai tanda berkabung atas matinya kebenaran, demikian pula 1000 kata yang tak dapat terucap olehku saat itu. Cerita di atas memberikan pembelajaran bagi kita semua bahwa baik itu pastor paroki maupun hakim dalam kasus penistaan agam oleh Ahok, juga manusia biasa seperti anda dan saya. Artinya keputusan yang dibuat dapat menciptakan senyuman, namun dapat pula menciptakan tangisan. Tugas kita adalah mendoakan para pemimpin kita agar diberikan rahmat kebijaksanaan. Sudakah anda dan saya melakukan hal itu? Sisi lain pembelajaran yang dapat diperoleh dari kisah ini adalah mengalalah untuk menang, sebab kebenaran yang hakiki hanya dapat diperoleh diakhirat nanti .(hyro61)

Kamis, 04 Mei 2017

Soal dan pembahasan ujian nasional matematika SMP/Mts tahun 2017

Selamat sore sahabat ilowutung sekalian. Senang bisa menjumpai anda semua walau hanya lewat tulisan. Mungkin anda sedang mempersiapkan liburan keluarga, namun sebelum berlibur, ini ada kado buat anda semua penggemar matematika di mana pun berada. 

Kado yang diberikan blog ilowutung, berupa soal dan juga pembahasan ujian nasional matematika khususnya tingkat SMP/MTs yang terjadi beberapa hari lalu,  tepatnya pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2017.

Mungkin kado ini dapat mengobati rasa penasaran anda yang baru saja menyelesaikan ujian dan sekaligus memberi gambaran hasil yang diperoleh. Namun jika anda siswa SMA, jangan kecewa karena blog ilowutung telah menyediakan untukmu biar jadi modal di PT nanti ya, jangan lupa kunjungi juga SOAL & PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMA TAHUN 2017

Anda dapat pula membandingkan dengan ujian nasional pada tahun 2016 pada link berikut SOAL & PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMP TAHUN 2016. Di dalam naskah tersebut ada usul/saran yang ditawarkan blog ilowutung untuk diperbaiki demi kesempurnaan. 

Walaupun demikian, besar harapannya sahabat ilowutung sekalian dapat memberikan masukan, saran, maupun kritikan yang bersifat membangun. Dan sebagai akhir kata, mohon doa darimu semua untuk pengelola blog ilowutung agar senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang, serta selalu dan senantiasa setia untuk berbagi.

Download pada link berikut

Salam sukses untukmu semua

Minggu, 30 April 2017

Pesan buatmu yang tak sempat terucap

Sumber: mozaik.inilah.com

Dear
Siswa/i kelas IX SMPN 2 Nubatukan

Segala yang ada dan terjadi merupakan karunia yang Maha Kuasa, dan kita manusia hanya bisa menjalankan apa yang telah dilukiskanNya. Demikianlah kata "perpisahan" merupakan akhibat dari suatu pertemuan, dan itulah hakikatnya. Sadar atau tidak, lukisan yang diberikanNya, telah kita warnai bersama selama kurang lebih satu tahun enam bulan.

Sebagai makluk yang lemah, kita tentunya tidaklah sempurna dihadapanNya. Namun kita selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagiNya. Demikian juga diriku selaku guru dan temanmu selama ini, mungkin tidak sebaik yang kamu harapkan. Namun itulah yang terbaik yang dapat kupersembahkan buat dirimu sebagai bentuk pelayananku pada yang empunya kehidupan.

Pesan ini harusnya kusampaikan langsung kepadamu semua untuk mengakhiri proses pembelajaran yang selama ini telah terjadi. Namun karena padatnya rangkaian kegiatan yang dibebankan para pengambil kebijakan kepadamu, telah berhasil memaksakanku untuk menuliskan ini untukmu.

Sebagai guru dan teman yang baik, mungkin selama ini dalam proses pembelajaran, ada kata, kalimat ataupun perbuatan dariku yang telah menyakitimu semua,  dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Terapkanlah hal yang baik yang dapat kamu petik selama ini, dalam situasimu yang baru nanti. Dan lupakan hal yang tidak baik yang pernah kamu lihat ataupun kamu alami selama ini.

Tak terasa, tinggal hitungan jam kalian semua akan menghadapi ujian nasional yang selama ini katamu merupakan hal yang paling menakutkan. Namun seperti yang selalu kuperingatkan padamu semua, bahwa jangan lagi terlintas dalam pikiran kalian untuk mendewakan ujian nasional, apalagi mendewakan matematika. Sebab nilai baik yang tertera di atas kertas, tidaklah mmenjamin bahwa perilaku sesorang pun demikian.

Oleh karena itu, kerjakanlah semua bentuk soal yang diberikan dengan sejujur jujurnya. Karena hanya itulah satu-satunya yang kuharapkan darimu semua. Sebab kuyakin dan percaya bahwa hanya orang jujurlah yang akan meraih kesuksesan kelak. Sebagai akhir kata, salam dan doa dari keluargaku senantiasa mengiringi langkah kehidupanmu semua. Dan semoga berkat Tuhan Lera Wulan Tanah Ekan, serta restu dari Leluhur Lewo Tanah selalu menyertai kalian semua.

Salam sukses dari gurumu, 
Hyronimus Lado

Rabu, 19 April 2017

Kamis, 02 Maret 2017

Contoh Laporan Pengembangan Diri

“SATU GURU SATU INOVASI (SAGUSANOV)” 
 IKATAN GURU INDONESIA (IGI)  
05 SAMPAI DENGAN 26 FEBRUARI 2017

Latar Belakang
Pengguna Smart phone berbasisAndroid saat ini sudah sangat familiar hampir seluruh lapisan generasi manusia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan bayi sekalipun jika diperlihatkan dengan layar Smart phone berbasisAndroid sudah tampak tertarik padanya. Penggunaan Smart phoneberbasis Android juga sudah menjadi hal biasa bagi anak-anak pra sekolah sampai perguruan tinggi. Anak-anak yang nalurinya suka bermain dalam era digital saat ini sudah beralih pada permainan yang ada hubungannya dengan Smart phoneberbasis Android, baik digunakan untuk permainan maupun untuk berkomunikasi dengan teman sejawat menggunakan media sosial. Sebagai akibatnya guru yang mengajarkan mereka merasa kesulitan untuk memahami perkembangannya jika tidak memasuki dunia mereka. Untuk dapat memahami karakter dan perilaku, serta untuk dapat mengaktifkan siswa dalam belajar maka guru perlu memahami perkembangan dunia digital saat ini.

Perubahan dunia anak-anak sebagai peserta didik saat ini harus dibarengi dengan kemajuan guru dalam memanfaatkan IT Smart phone berbasis Android (ponsel, gadget, tab, dll.). Sebagai fasilitator pembelajaran dalam dunia pendidikan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, guru seharusnya turut serta membantu meminimalisir dampak negatif dari Smart phone berbasis Android. Salah satunya dengan menyajikan/membuat aplikasi Smart phone berbasis Android yang bersifat edukatif seperti materi pembelajaran, permainan interaktif edukatif, ataupun mesin pencari khusus untuk kalangan pelajar. Aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Banyaknya guru dan siswa yang mempunyai Smart phone berbasisAndroid, sehingga membuat satu aplikasi berbasis Android dengan konten pendidikan akan memberikan manfaat bagi Dunia Pendidikan Kita. Disamping itu juga keharusan bagi guru menyiapkan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) mulai gol III/b berupa Hasil Penelitan, Karya Ilmiah ataupun Karya Inovatif. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka perlu adanya usaha dari guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang informasi dan teknologi (IT) atau yang lebih dikenal dengan digital. Usaha yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan-pelatihan, baik yang dilakukan secara mandiri oleh guru maupun yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satu usaha mandiri guru aktif mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) diantaranya melalui workshop Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV).
  
   
Nama Kegiatan
Kegiatan workshop peningkatan kompetensi  guru ini dinamakan Workshop Online Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV) Kelas Telegram Sagusanov 7. SAGUSANOV merupakan gerakan untuk membuat karya inovasi di bidang pembelajaran berbasis android. Melalui workshop SAGUSANOV, guru dilatih membuat aplikasi materi pembelajaran berbasis android.

Maksud dan Tujuan Kegiatan
 Adapun tujuan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” sebagai berikut.
  1. Guru memahami proses migrasi materi pembelajaran berbasis hardcopy atau softcopy ke bentuk teknologi Smart phone berbasisAndroid.
  2. Mengajak guru untuk memberikan materi pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan Smart phoneberbasis Android.
  3.  Unsur PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Sub Unsur : Melaksanakan Karya Inovatif. Poin a. Membuat alat pelajaran (Kategori kompleks ). Angka Kredit = 2
Dampak Kegiatan 
 Dampak dari kegiatan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” bagi pesertanya adalah :
  1.  Meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi informasi terutama Smart phoneberbasis Android dalam komunikasi media sosial (telegram) dan kegiatan pembelajaran.
    2.      Meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis android berupa materi pembelajaran dan soal-soal interaktif.
    3.      Membantu mengimbangi konten-konten negatif dengan membuat konten-konten positif (edukatif) dalam aplikasi Smart phoneberbasis Android.
Penyelenggara Kegiatan
Penyelenggara kegiatan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI).  Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009. Kepengurusan baru IGI 2016-2021 juga telah terdaftar di kementerian hukum dan ham dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dari Sulsel dan Sekjen Mampuono dari Jawa Tengah.
Pola Penyelenggaraan Kegiatan
Pola penyelenggaraan kegiatan adalah 32 JP secara online (moda daring), dengan materi sebagai berikut:
No
Materi
Waktu
1.
Instal Intel XDK
4 JP
2.
Membuat Engine
6 JP
3.
Terhubung dengan Hyperlink
4 JP
4.
Heading, Paragraph & Images
4 JP
5.
Mempercantik Tampilan
5 JP
6.
Soal Evaluasi Belajar
4 JP
7.
Make APK, Capture Screen & Upload ke Youtube
5 JP
Pelaksanaan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)”ini dilaksanakan melalui kelas telegram SAGUSANOV sesuai waktu yang telah ditentukan penyelenggara. Materi workshop dibagikan melalui chanel group telegram SAGUSANOV dalam bentuk PDF, gambar, aplikasi dll. Proses diskusi dan pelaporan hasil karya peserta dilakukan melalui  group telegram SAGUSANOV Indonesia dan SAGUSANOV 7. Peserta yang telah menyelesaikan tugas seluruh materi “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” berhak mendapat sertifikat.

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan Kegiatan 
              Pelaksanaan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” dilaksanakan pada tanggal 05 sd 26 Februari 2017 dengan waktu dan tempat fleksibel, menyesuaikan kondisi peserta namun terbatas sampai tanggal pelaksasanaan kegiatan yang telah ditetapkan penyelenggara tersebut.

Nama-nama Pelatih/Narasumber
              Pelatih utama workshop online“Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” adalah Abdul Kholiq, S.Kom. dan berberapa narasumber SAGUSANOV sebagai administrator antara lain: Fathur Rahman, Rusdi Mustapa, Tri Goesema Putra, Abdul Mujid dan Gusik Inux. 

Hasil Karya
Hasil dari workshop online“Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” ini, penyusun sebagai peserta mampu membuat aplikasi Smart phone berbasisAndroid materi pembelajaran IPS Kelas 3 Sekolah Dasar dengan tema Pekerjaan di Sekitar Kita. Fitur dalam aplikasi dapat dilihat video yang telah di upload ke youtube dengan alamat http://youtu.be/KxDw-WBJC2csebagai berikut. 

Aplikasi tersebut beisi konten identitas materi pembelajaran, Deskripsi materi pembelajaran, soal evaluasi interaktif (Pilihan Ganda dan TTS), referensi dan profil penyusun. Aplikasi tersebut masih bersifat terbatas pada satu tema saja dengan 2 Kompetensi Dasar, namun kedepannya akan dikembangkan untuk satu mata pelajaran persemester serta lebih banyak latihan soal interaktif.

Sumber:www.oktoriyadi.ml

Selasa, 17 Januari 2017

Download Smadav Pro + SN


Selamat siang sahabat ilowutung.blogspot.co.id
Selamat berjumpa kembali setelah lama menghilang dari dunia blogger.
Kali ini, blog ilowutung menyajikan bagaimana menjadikan SMADAV 2017 11.1 yang barusan dirilis pada 15 January 2017. Tanpa basa-basi mari saya ajak anda untuk sebelum melakukan registrasi silahkan dowload dulu aplikasi smadav 2017 11.1 di sini, klik kiri pada salah satu dari kedua tombol dowload seperti gambar di bawah ini (disarankan menggunakan IDM).

Atau yang sudah memiliki smadav versi sebelumnya dapat melalakukan update melalui menu protect dan klik kiri pada cek update seperti yang saya lingkari dengan tinta berwarna merah pada gambar berikut.
Silahkan menunggu beberapa saat hingga unduhannya selesai dan lakukan proses installasi seperti biasanya. Jika sudah selesai install silahkan buka menu manage, pada menu general setting isikan Nama : DavidJR210102 dan Key: 085700731641 dan klik pada register seperti pada gambar berikut.

Maka pada sudut kanan atas yang sebelumnya adalah Buy berubah menjadi Pro. Jika sudah selesai centang pada aktifkan Smadav-Turbo untuk mempercepat proses scanning. Selamat menikmati, semoga bermanfaat

Rabu, 18 Mei 2016

Berhenti belajar setelah menjadi guru

Pemahan miring guru tentang assesmen menggambarkan kelemahan kita sebagai pendidik yang cenderung berhenti belajar setelah menjadi guru. Guru sering menasehati siswanya untuk giat belajar, namun dirinya sendiri tidak demikian. Lalu apa yang harus dituru dari dirinya?

Kemampuan mengajar di kelasnpun sering dianggapnya sudah lebih dari cukup, walaupun masih banyak kelemahan yang muncul saat proses pembelaran. Apalagi ditambah penilaian yang terkesan hanya berpatok pada aspek kognitif saja, dan mengabaikan kedua aspek lainnya. Lebih dari itu, ketidaktuntasan siswa dianggap sebagai kelemahan individu siswa yang bersangkutan. Padahal nilai tersebut, menggambarkan keberhasilan atau kegagalannya seorang guru selama melakukan proses pembelajaran.

Mengejar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan satuan pendidikan, juga menjadi target yang paling diutamakan. Lalu apakah sang penentu KKM mengetahui dengan benar tingkat kompleksitas setiap mata pelajaran? Jawabannya bisa ditebak "mengarang". Akhibanya jurus mendongkrakpun mulai diterapkan dalam dunia pendidikan. Sesungguhnya hal tersebut dilakukan hanya untuk mematikan katakter (jujur) baik dalam diri guru maupun siswa.

Sepertinya hasil sulap yang dilakukan guru setiap tahun, sudah terserap dan dipahami benar oleh siswa ketimbang pembelajaran yang diberikan gurunya. Kini kita telah memunculkan karakter baru yang sangat tidak diharapkan "mental santai" dari diri siswa. Bahkan lebih dari itu, hasil Ujian Nasional (UN) dijadikan patokan utama mutu suatu lembaga pendidikan. Haruskah demikian?


contoh_laporan_PPL_lesson_study
artikel_lesson_study

“mental santai” karekter yang dihasilkan guru saat ini

 DICUEKIN
Kemampuan mengajar guru di kelas sering dianggapnya sudah lebih dari cukup, walaupun masih banyak kelemahan yang muncul saat proses pembelaran. Apalagi ditambah penilaian yang terkesan hanya berpatok pada aspek kognitif saja, dan mengabaikan kedua aspek lainnya. Lebih dari itu, ketidaktuntasan siswa dianggap sebagai kelemahan individu siswa yang bersangkutan. Padahal nilai tersebut, menggambarkan keberhasilan atau kegagalan seorang guru selama melakukan proses pembelajaran.

Mengejar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan satuan pendidikan, juga menjadi target yang paling diutamakan. Lalu apakah sang penentu KKM mengetahui dengan benar tingkat kompleksitas setiap mata pelajaran? Jawabannya bisa ditebak "mengarang". Akhibatnya jurus mendongkrakpun mulai diterapkan dalam dunia pendidikan. Sesungguhnya hal tersebut dilakukan hanya untuk mematikan katakter (jujur) baik dalam diri guru maupun siswa.

Lebih diperparah lagi kaeran hasil sulap yang dilakukan guru setiap tahun, sudah terserap dan dipahami dengan benar oleh siswa ketimbang pembelajaran yang diberikan gurunya. Secara sadar, saat ini kita telah memunculkan karakter baru yang sangat tidak diharapkan "mental santai" dari diri siswa. Bahkan lebih dari itu, hasil Ujian Nasional (UN) dijadikan patokan utama mutu suatu lembaga pendidikan. Haruskah demikian?


Guru yang penuh kreatif dan inovatif adalah guru yang mau untuk terus melakukan reflektif demi memperbaiki proses pembelajaran di kelasnya dan tak pernah merasa  takut ketika siswanya menghadapi ujian nasional. Mari kita refleksikan dan berbenah demi generasi abad 21 yang lebih baik.

Kamis, 31 Maret 2016

Antara menguji dan diuji


Program percepatan kuliah bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan S1 yang diselenggarakan oleh Universitas Nusa Cendana Kupang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Lembata menurut pemikiran kerdil saya sangatlah membantu. Sebab tidak ada kata terlambat bagi semua orang yang mau terus belajar, walapun wajah tampaknya lelah karena harus mengerjakan tugas dan pada akhirnya harus diuji pula.

Sayapun turut merasakan betapa berbanding terbaliknya situasi dimana yang biasanya memberikan tugas, memberikan ujian, kini harus diberi tugas dan diuji. Tetapi saya percaya hal itu hanya bagian kecil pengeluhan orang-orang yang disebut kaum intelek ini. Dalam hati kecil saya berbisik "seandainya ada universitas di Lembata selain UT, mungkin para guru saya tidaklah mengalami hal demikian". Kini kuliah perdanapun telah berjalan pada awal bulan Maret lalu, menandakan para guruku kembali menyandang status "mahasiswa".

Walaupun umur sudah senja, tetapi semangatnya seakan menyadarkan saya sebagai mantan murid yang juga rekan kerjanya kini, untuk turut ambil bagian demi mengurangi kerutan yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya diwajah lusuhnya kini.

File-file ini merupakan tugas diskusi, presentasi, dan tugas mandiri dari beberapa topik matematika SD yang dibahas dalam perkuliahan semester ini. Telah saya bahas secara keseluruhan, dan semoga dapat membantu. Selamat belajar

ARITMETIKA
PERBANDINGAN
STATISTIK
KPK&FPB
BILANGAN


Kritik dan saran disampaikan melalui kontak yang tertera pada catatan kaki setiap file. Terimakasih

Kamis, 15 Oktober 2015

Surat Untuk Para Elitku



Sehat-Gratis. Kata-kata itu terdengar begitu indah, bahkan menjadi pujaan para kaum jelata. Dalam hal pelayanan publik, sehat-gratis memang menjadi incaran semua orang. Tetapi apakah kata gratis seimbang dengan pelayanan? Mungkin pertanyaan ini lumrah bagi semua orang yang biasa memanfaatkan jasa publik yang katanya gratis ini. Tetapi tidak bagi kaum ibu-ibu hamil siang ini di RSUD Lewoleba.

Kelihatan ngantuk, lesuh, lapar, bahkan bosan mewarnai sederetan wajah penuh harap untuk mendapatkan pelayanan USG siang ini. Waktu sudah menunjukkan pkl.13.00 wita, tapi tidak kelihatan seorang dokter yang muncul. Ada keluarga di rumah yang bahkan panik hingga menelpon pasien (ibu-ibu hamil) yang belum kunjung kembali.

Saya bahkan merasa iba terhadap ibu-ibu yang datangnya jauh dari Kedang. Menurut kisah mereka, demi mendapatkan USG ini mereka bahkan berangkat sejak subuh pkl.02.00 wita, dan berharap dapat kembali nanti pada pkl.15.00 wita siang ini. Tetapi sepertinya harapan ini sirna. Lebih parah lagi ada yang bahkan datangnya sejak senin hanya untuk mendapatkan pelayanan di hari selasa, atau kamis sesuai jadwal USG RSUD Lewoleba namun mengalami nasib serupa.

Jika kita telusuri visi, misi, motto, dan falsafahnya yang tertuang dalam surat tak bernomor tertanggal 12 Maret 2012 yang ditempelkan pada hampir semua unit-unit di RSUD ini, mungkin akan sangat disayangkan bagi orang-orang yang paham. Tetapi tidak bagi mereka yang hanya mengikuti irama seperti kuda yang telah dikekang.

Entah itu hanya pajangan, atau hiasan belaka. Tetapi keluhan ibu-ibu siang ini hampir semuanya dibilang sama. Para pelayan kesehatan (perawat) yang katanya profesional itu bisa dibilang galak dalam pelayanan. Bagaimana mungkin mendiagnosa seseorang sama seperti menginterogasi tanyaku dalam hati.

"CERDAS" dalam pelayanan adalah motto yang merupakan singkatan dari Cepat, Empati, Rasional, Disiplin, Adil, Senyum. Sayang sekali tidak disesuaikan dalam prakteknya. Memang latar belakang sering menjadi alasan utama. Tetapi apa kita tidak bisa keluar dari budaya yang tidak perlu dipertahankan ini?

Akhir kata, saya meminjam kata kata yang sudah populer kedengarannya "Sehat Itu Mahal", Ok. Tetapi jangan "mahalkan" sehat itu hanya untuk orang-orang kecil.

Rabu, 30 September 2015

SEANDAINYA WARTAWAN JADI "PINOKIO"


Antonius Da Silva S.Pd
Seorang Guru Di Daerah Terpencil

(Sebuah kegelisahan hati terhadap "oknum wartawan lokal" menjelang hajatan politik)

Menjadi Wartawan adalah impian masa kecilku. Bertanya, meliput, menulis, menganalisa, mengedit, dan mengulasnya menjadi sebuah berita menarik, sungguh merupakan sebuah profesi yang luar biasa. Jika kita melihat dalam perspektif Samuel Bloom, maka wartawan adalah sebuah profesi yang mencerahkan dan mencirikan sebuah cara berpikir kognitif yang sempurna.

Sampai saat ini, saya begitu mengagumi wartawan, terlebih lagi, saat mereka bisa menggengam dan memuat dunia hanya dengan menggoreskan pena pada lembaran-lembaran kertas biasa. Ada beberapa wartawan yang begitu menginspirasi, sehingga akhirnya saya tertarik untuk menulis, tanpa pernah mengingkari bahwa kerapkali, saya juga tak begitu menyukai mereka. Sampai detik ini pun, saya masih tetap mengagumi mereka, tetapi ada semacam kegelisahan dan kekuatiran di benak saya terhadap para wartawan dan kode etiknya, terutama ketika menjelang hajatan politik.

Apakah para wartawan bisa jujur layaknya seorang "Pinokio"? Pertanyaan ini kemudian mendorong saya untuk menulis impian saya tentang mereka tanpa pernah bermaksut untuk menggurui ataupun menyindir.

Wartawan Dalam Wajah Pinokio

Pinokio adalah sebuah cerita yang berasal dari Italia. Kisah ini menceritakan tentang seorang pria tua miskin bernama Geppetto yang sangat merindukan kehadiran seorang anak laki-laki. Dengan ketrampilan memahatnya, dia akhirnya membuat sebuah boneka kayu,yang diberi nama Pinokio. Boneka kayu (Pinokio) itu, lalu diberi nafas kehidupan oleh Peri Biru. Ada satu hal yang menjadi keunikan dari Pinokio ini. Hidungnya akan bertambah panjang jika dia mulai berbicara tentang kebohongan. Setiap kebaikan atau kejujuran yang dilakukanya akan membuat hidungnya kembali normal. Si Pinokio ini akhirnya menjadi manusia sesungguhnya setelah dalam hidupnya selalu melakukan kebaikan yang berlandaskan kejujuran. Pinokio adalah  sebuah cerita dongeng (bohong), yang isinya sarat akan 'fakta' ( kejujuran). 

Saya kemudian mulai berpikir bagaimana jika para wartawan mendapat "berkah" seperti Pinokio ini. Saya yakin dunia yang digambarkan akan menjadi begitu jujur dan apa adanya seperti lembaran kertas-kertas yang mereka tulis. Kenapa mereka harus seperti Pinokio (jujur)? Karena kata-kata mereka bisa menipu, menyakiti, melukai, bahkan bisa membunuh orang yang tak bersalah. Diujung penanya ada kebenaran tapi pena itu juga bisa menyesatkan (kecerobohanya), itulah wartawan. 

Dalam buku diary-nya, seorang teman saya yang kebetulan juga seorang wartawan menulis seperti ini "Teman-temanku wartawan, kita bisa saja menggunakan kebohongan untuk menarik keluar kebenaran bukan sebaliknya menggunakan dalil kebenaran untuk menutupi kebohongan. Bukan juga menjadikan kertas-kertas itu, sebagai media untuk menunjukkan betapa kita begitu hebat dan perkasa sehingga setiap orang akan ketakutan melihat kita". 

Wartawan adalah mata, telinga, hidung, kaki, tangan dan hati dari orang-orang yang mencintai kejujuran dan kebenaran. Mungkin saya keliru mendefenisikannya, tapi itulah anggapan orang-orang yang buta jurnalistik (terutama orang-orang kampung). Kata-kata (tulisan) wartawan itu dianggap seperti sabda yang jujur dan tak terbantahkan. Hukumnya fardu'ain (wajib), sehingga mampu mempengaruhi seluruh opini masyarakat (grassroots) untuk langsung percaya. Tidakkah itu sebuah dosa besar jika apa yang dikatakan (tulis) adalah sebuah kebohongan? 

Pena seorang wartawan itu seperti sebuah pedang bermata dua. Dua sisinya sama-sama dipakai untuk "mengiris". Satu sisi dipakai untuk mengiris kebohongan supaya kebenaran bisa muncul dan sisi yang lainnya dipakai untuk mengiris kebenaran supaya tampak lebih jelas. Dan saya punya sedikit cerita tentang pena itu, yang kadang begitu menyakitkan.

Pada tahun 2013 yang lalu, seorang teman saya mengeluh karena istrinya dikorankan dengan judul besar "Bidan di Desa A Meninggalkan Tugas". Pemberitaan ini membuat pasangan suami-istri stress berkepanjangan. Usut punya usut ternyata istrinya cuma bidan sukarela. Selama satu tahun lebih mengabdi, dia tidak dibayar tapi tetap menjalankan tugasnya. Hari dimana si-wartawan itu datang adalah hari dimana dia harus ke kota kabupaten untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit keras. Di tahun yang sama ini juga, seorang kepala sekolah mengeluh karena institusinya dikorankan dengan judul besar "Guru-Guru Di Sekolah A Meninggalkan Tugas". Pencitraan buruk yang digambarkan akhirnya membuat orang-orang menilai miring dan mencibir seisi sekolah. Usut punya usut ternyata hari dimana si-wartawan itu datang adalah hari semua siswa diliburkan karena semua guru mengikuti kegiatan MGMP di tingkat kecamatan.Dan masih banyak kisah pedih lain, yang sama-sama digoreskan oleh pena itu.  Tidakkah pemberitaan ini menggambarkan sebuah kesalahan fatal? 

Saya akhirnya bingung sendiri, "pena" apa yang dia pakai? Ataukah karena ada ruang "klarifikasi" atau "hak jawab" bagi siapa saja yang keberatan dengan isi tulisan itu,maka wartawan bisa seenaknya "menggigit"? Bukankah paku yang sudah dicabut tetap akan memberi bekas abadi pada kayu itu? Bukankah ilmu kedokteran sudah menjelaskan bahwa luka psikis adalah luka yang paling sulit disembuhkan? Ataukah karena alasan bahwa wartawan juga "manusia biasa", sehingga berhak untuk melakukan kesalahan? Tidakkah itu berlebihan? Kenapa tidak melakukan cek dan recek? Cek lagi dan recek lagi untuk memastikan kebenaran itu?

Sekali turun kemudian membuat berita layaknya sebuah "cerita roman",tidakkah itu berbahaya? Saya cuma takut dan kuatir bahwa istilah yang sering saya dengar ditepi jalan "Tak ada ikan kakap,ikan teri pun jadi", diamini hanya supaya bisa tetap "makan". Tidakkah ini bertentangan dengan kode etik jurnalistik? Wartawan dalam wajah Pinokio adalah impian saya supaya para wartawan lebih berhati-hati, lebih mengerti, lebih jujur dan lebih bernurani dalam menggoreskan penanya, hingga suatu saat bisa menjadi "wartawan yang sesungguhnya".

Wartawan Dalam Jaring Politik 

Sebuah kebiasaan yang mentradisi bahwa menjelang hajatan politik seperti pileg, pilbub, pilgub, dan pilpres, adalah bahwa semua media massa, baik itu media cetak ataupun media elekronik turut serta dalam isu pemberitaan. Para politisi, para caleg, para cabub, para cagub dan para capres, kemudian menjadikan mediamassa sebagai alat untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan programnya.

Entah sebuah kekuatan besar darimana, tiba-tiba saja mediamassa itu "terbelah" menjadi  beberapa 'bagian' (kubu-kubu). Idealisme indepedensi para wartawan pun ikut "terbelah" karena terlanjur terikat "kontrak politik". Akibatnya langsung berdampak pada isi pemberitaan yang terkesan saling serang, saling sikut, dan saling jegal menjegal. Para wartawan inipun akhirnya, mulai berat sebelah, dan trik-trik sarkas pun mulai disertakan, seperti gambar yang agak lucu dan mengejek, judul yang profokatif, sampai pada isi berita yang nampak seperti "silet" yang bisa melukai siapa saja yang salah tangkap atau salah perhitungan. Kode etik jurnalistik yang menjadi garis panduan bagi wartawan, berubah menjadi garis samar-samar yang begitu mudah "dipolitisir". Media massa yang dulunya menentang status quo dan benci kekuasaan seakan melempem tak berdaya seolah kehilangan giginya.

Lebih anehnya lagi, entah siapa yang memulai, secara tiba-tiba muncul koran, majalah dan tabloid dadakan. Tugasnya cuma itu-itu saja dan mudah ditebak; menjaga elektabilitas orang yang didukung, menutupi semua keburukanya dan mengontrol isu publik. Loyalitas buta dan prinsip asal bapa senang-pun terpaksa dilakukan walau bertentangan dengan nurani. Coba saja kita lihat hajatan pilpres kemarin. Sungguh lucu, masing-masing stasiun TV memenangkan capres yang berbeda dengan pembuktian yang sama-sama akurat. Pertanyaan-nya, siapa yang berbohong? Andaikan "berkat Pinokio" itu ada, maka orang tidak perlu berdebat ria hanya untuk mencari kebenaran itu. Cukup lihat "hidungnya", maka kebohongan dan kebenaran akan terpampang dengan jelas.

Sialnya, pengaruh inipun merambah sampai pada tingkat "akar-rumput" (masyarakat kecil). Malah jarak atau jurang yang dibuat jauh lebih besar dan bisa menimbulkan masalah hukum. Fakta membuktikan bahwa persoalan politik ini bisa memicu lahirnya konflik-konflik horizontal dan konflik-konflik 'spontanitas' yang bisa berbuntut pada persoalan SARA.
Lebih sialnya lagi, dengan segala kepolosan dan keluguan, masyarakat yang awam politik ini, akhirnya berhasil memilih pemimpin hasil 'iklan' dan 'rayuan' para wartawan yang menyembunyikan dengan rapi keburukanya lewat ulasan berita di media cetak ataupun media elektronik yang begitu indah dan logis. Kenapa harus seperti itu? Tidakkah itu bertentangan dengan prinsip dan kode etik?  Bukankah kebenaran harus diungkapkan secara terang benderang? Apalagi jika itu menyangkut seseorang yang akan memimpin negeri ini? Lagi-lagi oknum wartawan ataupun reporter melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.

Seandainya para wartawan itu menjadi seperti Pinokio, saya yakin endingnya akan menjadi berbeda. Sekuat apapun presure politik, tetap saja mereka harus bertahan pada prinsip dan kode etiknya. Bertahan layaknya seperti seekor ikan dilaut yang tak pernah menjadi asin hanya karena hidup dilautan yang begitu asin. Idealisme dan prinsip hidup para wartawan sebenarnya menjadi kekuatan besar yang mampu merubah atau membuat tatanan dunia menjadi lebih baik. Seandainya wartawan menjadi pinokio maka dia pasti bisa bertahan pada idealisme, kode etik dan prinsip hidup yang kemudian  memampukanya untuk menentang, menelajangi, memerangi semua kejahatan, kebobrokan dan keegoisan dunia dan pemimpin negri ini. Dan impian tentang wartawan yang selalu berkata (tulis) jujur dan tulus seperti Pinokio adalah harapan setiap orang yang mencintai kebenaran. Itulah impianku tentang wartawan, berlebihankah?

Sabtu, 12 September 2015

Kisah Delon dan Rossi yang menjadi buruh pelabuhan


Adalah Delon, sapaan Onesimus Delon Naisoko seorang anak laki-laki berdarah Kefamenanu ibu kota kabupaten Timor Tengah Utara dan sahabat karibnya Rossi Fatin. Keduanya duduk di bangku kelas VI SDN Tenau Kupang. Alkisah keduanya selalu bersama baik dalam keseharian di rumah sebagai tetangga dan juga di sekolah sebagai teman kelas. 

Keduanya kelihatan gugup dengan kehadiran saya di samping mereka yang mendekati dan berusaha mengetahui aktivitas mereka saat mencoba menawarkan jasanya pada seorang calon penumpang KM. Bukit Siguntang, yang siang itu akan diberangkatkan dari pelabuhan Tenau Kupang tujuan Lewoleba Lembata.

Saya berusaha menghilangkan keluguhan dan gerogi yang terlihat diwajah kedua siswa itu. Dengan perlahan saya melontarkan beberapa pertanyaan yang bertujuan mengakrabkan kami sekaligus dapat mengetahui latar belakang kehidupan keluarga.

Delon terlahir dari kedua orang tua yang telah berangkat ke perantauan sejak setahun yang lalu. Dimana ayahnya merantau ke Bali, sedangkan ibunya ke Marauke. Kini Delon hidup bersama nenek. Keseharian mereka berdua ketika pulang sekolah, selalu diisi dengan membantu kedua orang tua seperti anak-anak pada umumnya.

Namun ada perbedaan dengan yang lainnya, ketika ada jadwal kapal-kapal pelni yang akan bersandar di pelabuhan Tenau Kupang. Hari itu akan menjadi hari ekonomis bagi keduanya, dimana mereka akan mengadu nasib selama kurang lebih 2 jam, bersaing dengan para buruh pelabuhan untuk mendapatkan beberapa rupiah.

Dari pengakuan keduanya, hasil yang diperoleh pada hari-hari tersebut bisa mencapai Rp20.000,00 tergantung ramainya penumpang dan rejekinya masing-masing. Dari hasil tersebut, akan ditabungkan setengah bagian untuk keperluan sekolah, dan sisanya diberikan kepada orang tua. Delon mengungkapkan bahwa hasil yang diberikan kepada neneknya, akan digunakan untuk membeli keperluan makan-minum dalam rumah.

Tentara. Itulah cita-cita kedua siswa ini. Dan keduanya berharap dengan apa yang dilakukannya itu, dapat meringankan beban orang tua, terutama untuk menggapai cita-citanya. Ketika ditanya mengapa ingin menjadi tentara bukan polisi? Delon menjawab biar bisa amankan Tenau yang selalu terkenal dengan kejahatan, karena polisi saja, orang sonde takut.

Ibu Maria yang saat itu sedang menawarkan jasa kedua anak itu, ketika saya tanya mengapa lebih memilih mereka ketimbang buruh pelabuhan mengakui bahwa, buruh pelabuhan dalam menawarkan jasanya selalu tidak dengan cara sopan santun bahkan lebih cenderung memaksa.

Lebih lanjut Ia menyatakan, terkadang tanpa ada kata sepakat langsung dibawanya barang bawaan kita hingga tempat tujuan. Namun sayangnya ketika tiba di sana, kita akan diberi harga yang sangat tidak wajar, dengan kisaran yang mencapai Rp500.000,00, walaupun jaraknya hanya sejauh ruang tunggu menuju ke dalam kapal.

Menurut Delon, Ia beberapa kali membantu ibu-ibu yang kesulitan membawa barang karena menggendong bayinya, dengan tanpa meminta imbalan. Dengan harapan Bunda Maria dan Tuhan Yesus mau mendengarkan doanya untuk dapat menggapai cita-citanya tersebut.

Ketika ditanyakan apakah kegiatan yang dilakukan ini mengganggu aktifitas belajarnya di sekolah? Kata Delon yang lebih aktif dalam diskusi itu "sonde karena kapal biasa maso, saat jam pulang sekolah". Dengan demikian Ia dan temannya lebih leluasa untuk mencari pelanggan.

Keduanya bahkan mengakui jika memiliki beberapa pelanggan tetap, yang sering menjajahkan belanjaannya di atas kapal. 

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya gali dari keduanya, namun stom kapal berbunyi yang menandakan penumpang segerah masuk ke dalam kapal, membuat diskusi kami harus diakhiri. Pada akhir diskusi itu, sayapun tidak lupa memberikan motivasi dan dukungan untuk keduanya agar dapat menggapai cita-citanya, sambil mendoakan agar Tuhan mau memberikan jalan bagi mereka berdua.