Asosiasi Guru Penulis Lembata

Hadiah Buku Pendidikan Matematika Realistik yang diberikan oleh Arie Wibowo, M.Pd guru matematika asal Kalimantas Selatan dalam momen Olimpiade Guru Nasional Tahun 2018 di Hotel D'Max, Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat tanggal 4 - 8 Mei 2018

Perwakilan NTT

Lima perwakilan NTT dalam ajang olimpiade guru nasional tahun 2018 yang terdiri dari guru mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, dan guru kelas SD bersama para petinggi Kesharlindung Dikdas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Busana Daerah Papua

Bersama perwakilan guru asal Papua dalam ajang olimpiade guru nasional tahun 2018 saat malam penutupan, yang diwarnai dengan kekaragaman busana daerah masing-masing

Display Inovasi Pembelajaran

Menyanggahi pertanyaan para juri pada tahapan display dalam ajang Inovasi Pembelajaran tahun 2017 di Hotel Mercure Harvestland, Kuta, Bali, tanggal 4 - 8 September 2017

Wisata ke Pandawa

Diberikan kesempatan oleh panitia inobel untuk wisata bersama kelompok MIPA. Ini adalah salah satu destinasi wisata di Bali yang saya senangi

Selasa, 22 Januari 2019

Buang Sial








Seperti biasa joging adalah aktivitas pagi hari yang saya lakukan walau pun tidak secara rutin, sekedar menjaga kebugaran tubuh. Tetapi pagi ini ada yang berbeda.

Ketika berada di jalanan umum, saya selalu melakukan joging berlawanan dengan arah kendaraan. Artinya saya selalu menggunakan sisi kanan jalan. Namun ada yang berbeda pagi ini ketika dalam perjalanan pulang. Kaki sempat enggan melangkah ketika melihat sebuah kertas berwarna biru yang tergeletak di pinggiran jalan.

Dalam hati kecil saya, mungkin efeknya belum terasa bagi mereka yang suka membuang sampah sembarangan. Memang pulau ini masih sangat alami, namun sudah beberapa kali terjadi meluapnya banjir akibat tumpukan sampah yang menghalangi.

Tetapi hati kecil saya berkata lain setelah beberapa langkah meninggalkan sampah itu. Pinginnya kembali dan memungutnya untuk dibawa ke tempat yang seharusnya. Tahukah kamu, itu bukan sampah biasa tetapi uang. Ya uang yang katanya raja dunia itu 😁

Ya lantas apakah tetap ingin memungutnya? Ataukah malah ditinggalkan? Ya saya yakin anda bisa menebaknya 😁. Dengan rasa senang, dan sambil berbisik; ah rejeki pagi.

Sempat terlintas untuk dihadiahkan ke keluarga, tetapi hati kecil berkata lain.

Jumlah uangnya tidaklah sedikit untuk ukuran orang kampung seperti saya. Ya, terdapay 2 lembar 50k, 2 lembar 10k, dan selembar 5k.

Ketika hendak membawa pulang, nampak seseorang di pinggiran jalan yang sedang mencari dedaunan untuk ternaknya. Tanpa berfikir panjang saya pun memanggilnya. Walaupun belum mengenal dirinya, namun dalam hati kecil mengatakan jika orang ini tentu lebih membutuhkannya.

Saya menawarkan sejumlah uang yang tadi saya pungut. Ia langsung merespon walapun kita belum saling kenal. Dan tanpa ragu saya mau menyerahkan seutuhnya uang tersebut. Apa yang terjadi? Ia hanya mau menerimanya jika tidak secara utuh. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil selembar 50k, untuk dibawa pulang.

Terimakasih banyak, sudah berbagi rejeki dipagi ini. Itulah kalimat terakhir yang ia ucapkan sebelum saya meninggalkannya tanpa berkenalan juga. Ya, hal itu baru teringat setelah beberapa meter meninggalkannya. Ingin kembali, namun enggan

Lantas mau diapakan selembar 50k tadi? Saya enggan menggunakannya karena ada rasa trauma yang masih tersisa 😀. Sedikit cerita saya pernah sebelumnya memungut uang selembar 10k dan menggunakannya. Padahal di dalam dompet saya terdapat selembar 100k. Lalu apa yang terjadi? Setelah beberapa hari kemudian, saya justeru kehilangan 400k saat melakukan transaksi online.

Nah akhirnya saya memutuskan untuk menyerahkannya ke salah satu keluarga yang menurut saya lebih membutuhkannya. Dan kebetulan saya akan melewati depan rumahnya nanti. Terimakasih, anggap ini rejeki pagi buat keluarga saya ya. Sama-sama jawab saya sambil meninggalkannya.

Itulah kisah saya dipagi ini. Dan terus terang hingga saat ini saya masih kebingungan, apakah yang saya lakukan itu akan berpengaruh terhadap orang yang telah menerimanya? Ataukah akan berpengaruh untuk pribadi saya?

Senin, 21 Januari 2019

JENGGER ternyata sangat mujarab (traditional medicine)







Pagi yang indah. Mungkin itu kalimat yang tepat, setelah beberapa minggu hujan tak kunjung datang. Betapa senangnya para petani menyambut hujan yang tiada henti sejak malam hingga pagi ini. Jika hal itu yang dapat terbayang olehmu untuk para petani, saya malahan mengalami hal sebaliknya.

Singkat cerita setelah joging dalam suasana gerimis pagi ini, seperti biasa saya harus segara kembali ke rumah untuk bersiap dalam rutinitas harian di awal hari kerja ini. Ditengah sibuknya suasana pagi di rumah, nasib sial malah menempa saya. Ketika kaki seenaknya melangkah ke sana dan ke mari tanpa memperdulikan apa yang ada sebagai pijakan, tiba-tiba langkah terhenti. 

Tahu kah kamu apa yang terjadi, setelah semalaman listrik padam? Eh ternyata seekor lebah yang diinjak. Jarumnya terlepas dari tububnya dan menancap persis di jari manis kaki saya. Sontak saya langsung rebah dan menjerit kesakitan. Lantas orang-orang rumah pun mulai disibukan dengan apa yang saya alami. Semua mulai memikirkan alternatif pengobatannya masing-masing.

Ada yang mengikat dengan karet gelang, dengan harapan racunnya tak menyebar dan disedot melalui darah oleh karet gelang tersebut. Ada yang menggosoknya dengan minyak tanah bekas dari kompor yang masih hangat. Ternyata semuanya tidak cukup membantu disuasana yang dingin itu. Jeritan saya makin menjadi ketika terasa racunnya mulai menyebar ke seluruh kaki bagian kanan.

Memori berhasil terpanggil

Setelah beberapa lama dalam penderitaan itu, lantas muncul memori lama yang sempat hilang dari ingatan. Ya, sebuah teori perlu dicoba untuk menguji kebenarannya. Hal itu saya dapatkan saat mengabdi di sebuah desa terpencil pada 2011 lalu. Pernah seorang sahabat bercerita saat disengat kalajengking hingga dipagut ular berbisa. Ketika disengat kalajengking, ia hanya menempelkan potongan jengger ayam pada bekas sengatan. Itu artinya ayam masih tetap hidup. Namun ayam akan mati ketika dipagut ular berbisa. Mengapa demikian, karena yang dibutuhkan adalah otak ayam. 

Memang ada penelitian yang berhasil dikembangkan mahasiswa UGM dalam membuat inovasi gel dari racun lebah karena mengandung berbagai protein yang dapat bermanfaat bagi tubuh. Namun pagi ini bukan hal itu yang saya butuhkan. Yang saya butuhkan adalah bagaimana mengurangi rasa sakit yang semakin luas merambat di hampir seluruh kaki kanan saya.

Dengan tanpa rasa ragu, saya perintahkan istri untuk menangkap seekor ayam milik kami yang kebetulan saat itu masih berada di sekeliling rumah. Butuh waktu tak cukup lama untuk menangkap nya, karena memang ayam nya jinak. Lantas disiapkan juga pisau untuk memotong sebagian kecil jengger, kapur sirih untuk menghentikan darah.

Ketika jengger telah berhasil dipotong dan ayam kembali ke rutinitas nya 😁, saya pun segerah menempelkan potongan jengger itu ke bekas sengatan lebah tadi. Al hasil jengger menempel seperti dikasih lem sebagai perekat. Tidak membutuhkan waktu yang lama, terasa racun yang tadinya merambat, seolah-olah sedang mengalir kembali ke jengger yang terus menempel tadi.

Warna jengger perlahan mulai berubah menjadi coklat, dan sakitnya semakin pun terasa semakin berkurang (hanya terpusat pada bekas sengatan). Perlahan-lahan potongan jenggernya pun terlepas, nah itu petanda racunya telah habis. Saya kembali beraktivitas seperti biasa. 

Silahkan share jika ini bermanfaat
salam

Admin Ilowutung

Senin, 07 Januari 2019

tutorial membuat akun di kesharlindung







Setiap "guru" pasti ingin berprestasi layaknya siswa yang ia didik, namun tidak semuanya terwujud karena minimnya kegiatan lomba yang diadakan di daerah maupun informasi. Untuk itu kementererian pendidikan melalui subdit kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan guru (kesharlindung) baik dikdas maupun dikmen membuka kesempatan itu secara terbuka untuk semua guru di pelosok tanah air.

Hanya saja nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) menjadi syarat mutlak untuk mengikuti berbagai kegiatan perlombaan yang diadakan kemdikbud seperti olimpiade guru nasional (OGN), inovasi pembelajaran (Inobel), dan anugerah konstitusi, atau pun kegiatan pengembangan diri seperti bimbingan teknis perlindungan profesi, seminar nasional, dan literasi.

Bagi anda yang masih belum memiliki NUPTK silahkan hubungi operator sekolah anda untuk melakukan proses pengusulan. Selain NUPTK yang menjadi syarat mutlak dalam melakukan pendaftaran syarat wajib lainnya adalah email yang masih aktif. Hal ini untuk konfirmasi akun dari system sebelum anda login.

Baik NUPTK maupun email, keduanya dapat digunakan sebagai username atau nama pengguna. Sehingga dalam pengajuannya anda hanya perlu mengususlkan password tidak untuk username. Untuk memulainya silahkan ikuti langkah-langkah berikut:


  1. Buka mesin browser anda misalnya chrome dan ketikkan alamat https://kesharlindungdikdas.id untuk guru SD/MI dan SMP/MTs sedangkan https://kesharlindungdikmen.id bagi guru SMA/MA dan SMK
  2. Klik pada menu Daftar
  3. Langsung pada kolom NUPTK, isikan NUPTK anda dan klik pada tombol cek, maka secara otomatis nama dan NIK anda akan terbaca oleh system
  4. Isikan semua kolom wajib yang bertanda bintang (*) yang tanpa tanda bintang boleh diabaikan


Apabila memasukkan NPSN sekolah anda, dan belum terbaca oleh system, maka tugasmu adalah menambahkan data sekolah dengan cara klik pada tombol tambah sekolah maka akan tampil sebuah halaman baru untuk anda bekerja. Setelah mengisi semua data secara lengkap dan benar, klik pada tombol simpan maka secara otomatis data sekolah anda sudah masuk ke dalam system.

Untuk lebih jelas silahkan simak video tutorial berikut ini


Semoga bermanfaat. Salam

Selasa, 05 Juni 2018

Tutorial Mendaftar ke LMS Schoology untuk Pemula


Sebagai pemula pengguna Learning Management System (LMS) khususnya schoology Anda mungkin bingung bagaimana memulianya. Hal demikian juga saya alami ketika masih awam. Tetapi tak ada yang mustahil bagi setiap orang yang mau terus berusaha.

Sebagai wujud kepedualian saya terhadap rekan-rekan guru yang ingin mengimplementasikan  pembelajarannya secara online mulai dari menyajikan materi, melakukan diskusi, hingga evaluasi. Maka berikut saya sajikan langkah-langkah bagaimana memperoleh akun di schoology.

Membuat akun
  1. Silahkan pilih mesin brows Anda misalnya google chrome dan ketikkan alamat situs berikut ini https://www.schoology.com/ dan klik pada sign up seperti gambar berikut
  2. Secara otomatis Anda akan diarahkan ke halaman register dengan tiga pilihan. Silahkan klik pada button Instructor seperti gambar berikut
  3. Ketika Anda memilih button instructor maka akan tampil suatu formulir yang harus diisi seperti gambar berikut
  4. Silahkan entri sesuai dengan data diri Anda. Nama Depan untuk kolom First Name, Nama Belakang untuk kolom Last Name, alamat email untuk kolom Email Address, sandi yang mudah diingat untuk kolom Password, ulangi sandi untuk kolom Confirm Password. Jangan lupa untuk memberi tanda centang pada tulisan i'm not a robot, dan pada tulisan By clicking Register, you are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
  5. Pastikan semua kolom telah terisi dengan benar sesuai data diri Anda dan klik pada tombol Register maka akan tampil suatu formulir baru untuk menentukan sekolah seperti pada gambar berikut
  6. Klik pada United States untuk menentukan Negara Anda, scrol untuk mencari serta memilih negara Indonesia. Secara bersamaan pilihan Select Sstate akan hilang. Silahkan tulis nama kota/kabupaten And pada kolom City misalnya Lembata. Pada kolom School silahkan isi nama sekolah Anda misalnya SMA Negeri 1 Lebatukan, dan klik pada gambar search (seperti kaca pembesar) untuk mencari sekolah Anda. Jika tidak terdapat dalam pencarian, maka teruskan scrol ke bawah menggunakan mouse hingga menemukan tulisan Request to Add Your School seperti pada gambar berikut
  7. Silahkan klik pada tulisan Request to Add Your School, maka akan tampil suatu formulir sekolah baru yang perlu diisi seperti gambar berikut
  8. Pada kolom Select a category pilih Primary/Secondary (K-12). Pada kolom Street Address isi alamat sekolah Anda misalnya Jl.Trans Lembata, Hadakewa. Pada kolom ZIP/Postal Code silahkan isi kode pos misalnya 86681. Pada kolom School Website/Directory silahkan isi situs sekolah Anda misalnya www.sman1lebatukan.sch.id. Jika sekolah belum memiliki situs resmi, maka beri tanda centang pada tulisan My school does not have a website.
  9. Pastikan semua data yang diisi seudah benar dan klik pada button Submit Your Request maka secara otomatis Anda dibawa ke dalam sistem LMS schoology dengan keterangan berhasil seperti gambar berikut
  10. Selamat Anda telah sukses masuk ke dalam sistem LMS schoology

Nantikan tutorial selanjutnya bagaimana membuat sebuah kursus baru. Berikan komentar dan silahkan share bila artikel ini berguna bagi Anda

Selasa, 29 Mei 2018

Petunjuk


Jika sudah memiliki Akun silahkan klik pada Menu E-LEARNING dan pilih Login. Apabila Anda menggunakan username maka silahkan masukkan username dan password yang telah dibuatkan sebelumnya, dan ketik "SMPN 2 Nubatukan" pada kolom school or postal code biarkan sistem mencari hingga menemukan. Jika sudah ditemukan, klik pada nama sekolah yang dimaksud dan dan klik tombol Log In. Apabila Anda menggunakan email maka tinggal login menggunakan email dan password yang telah dibuatkan sebelumnya. Sebagai catatan jika Anda lupa username dan password, maka segerah kontak admin pada Menu Tentang Saya dalam blog ini

Apabila Anda belum memiliki akun pada e-Learning yang kami sediakan, maka silahkan ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan registrasi dan masuk ke dalam sistem:

  1. Klik pada Menu E-LEARNING dan pilih Register, maka secara otomatis Anda diarahkan ke dalam sistem yang telah kami sediakan
  2. Silahkan klik pada sign up dan pilih sebagai student, masukkan kode akses NX95P-5TWWB, dan klik continu
  3. Maka akan tampil kotak dialog yang perlu diisi seperti Nama Depan pada kolom First Name, Nama Belakang pada kolom Last Name, Email atau Nama Pengguna pada kolom Email or Username, Sandi pada kolom Password, dan ulangi sandi pada kolom Confirm Password, Tanggal Lahir pada kolom Birthday
  4. Klik pada kotak By clicking Register, you are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
  5. Klik pada tombol Register 
  6. Jika berhasil, klik pada Courses dan pilih Aljabar: Bagian 1
Silahkan baca petunjuk dengan baik sebelum menggunakan e-Learning yang kami sediakan. Terimaksih

Senin, 28 Mei 2018

Kisah Inspiratif Sang Natali


Suara tangis seorang bayi di malam itu, 25 Desember 1976, bertepatan dengan kelahiran sang Juru Selamat (Yesus Kristus), yang belakangan diketahui adalah anak sulung berjenis kelamin wanita yang baru saja lahir dari sebuah pasangan keluarga sederhana.

Jauh dikeheningan malam karena ditinggal penduduk setempat yang sedang merayakan malam Natal (yang letaknya puluhan kilometer dari dusun Ilowutung), serta ketiadaan tenaga medis, memaksakan sang ayah untuk berperan ganda demi keselamatan nyawa darah dagingnya.

Natali itulah nama yang dibubuhi sang ayah untuk bayi mungil itu. Natali tumbuh dalam kesederhanaan seperti keluarga-keluarga lain di dusun itu. Dengan seiring berjalannya waktu jumlah anggota keluarga Natali semakin besar setelah hadir keempat adiknya yang lain.

Terlahir dari keluarga kurang mampu, terkadang memaksakan seseorang hanya berpasarah pada kenyataan pahit hidupnya. Dilain sisi justeru ada orang yang sukses karena terlahir dari keaadaan demikian, seperti yang dialami adik-adik Natali (but not Natali).

Seperti biasa sebagai seorang gadis kampung, Natali hanya bisa mengeyam pendidikan SD. Ketika tamat SD, Natali dan para gadis lainnya lantas menjadi pekerja rumahan (memasak,mencuci, bersih-bersih rumah) sambil menunggu siapa jodoh yang kirimkan Tuhan untuknya.

Gading gajah yang merupakan mahar dalam budaya suku Lamaholot menjadi impian semua orangtua yang memiliki anak gadis, tak terkecuali orang tua Natali. Itulah kenyataan yang harus dihadapi seorang gadis kampung seperti Natali sebagai bentuk kepatuhannya terhadap orangtua.

Hati kecil Natali benar-benar memberontak. Gadis berparas cantik ini lantas memutuskan untuk merantau karena tak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya itu. Atas restu kedua orang tuanya, dan bermodalkan keberanian, ia kemudian berangkat ke Negeri Jiran (Malaysia).

Hanya satu tujuan Natali, ia tak ingin adik-adiknya mengalami  hal seperti yang ia sendiri alami. “Mereka harus sekolah, minimal tamat SMA”, katanya. Itulah modal Natali untuk meyakinkan kedua orangtuanya. Itulah yang dipikiran Natali kecil, yang bisa menjangkau pikiran orang dewasa.

Salib adalah Jalan

Setiap jalan pasti dibukakan Tuhan bagi orang yang selalu berusaha. Itulah yang ada dalam pikiran Natali. Dan benar seperti janji Natali kepada kedua orang tuanya. Setelah mendapatkan pekerjaan yang layak, kehidupan keluarga di kampung halaman seperti mengalami suatu perubahan besar.

Keempat adiknya lantas bisa mengenyam pendidikan hingga ke tingkat SMP waktu itu (tahun 90-an), atas hasil kerja kerasnya sebagai TKW. Sayang salah satu dari keempatnya (anak ke-2) harus putus sekolah karena harus merawat kedua orangtuanya yang kebetulan sakit secara bersamaan saat itu.

Sang ayah yang sakitnya berkepanjangan benar-benar menjadi salib berat tersendiri untuk Natali waktu itu. Tapi syukurlah, karena atas kehendak Tuhan ayah Natali kembali sehat, setelah 6 bulan terbaring di rumah sakit, dan istirahat total 3 tahun untuk masa pemulihan.

Salib yang dialami keluarga ini justru menjadi jalan terbuka bagi mereka. Tak disangka putra tunggal yang merupakan anak ke-3 keluarga itu mampu melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat yang lebih tinggi setelah lolos dalam suatu seleksi masuk perguruan tinggi.

Tuhan benar-benar baik. Selepas wisuda, sang putra tunggal langsung dipinang dalam seleksi angkatan laut republik indonesia. Ia lantas lolos dan kini bekerja sebagai seorang militer. Mungkin terasa biasa bagi kalangan tertentu, tetapi ini benar-benar mujizat bagi orang-orang pinggiran seperti keluarga Natali.

Anak ke-4 yang memilih jurusan kesehatan semasa kuliahnya, kini sedang bekerja di salah satu rumah sakit. Dan si bungsu yang berjiwa seni, kini sedang menjalankan masa-masa akhir studinya pada jurusan sendratasik (seni, drama, tari dan musik) di salah satu perguruan tinggi.

Kembali ke Sang Khalik

Kisah kesuksesan yang mampu mengubah hidup keluarga sederhana itu, tidak terlepas dari peran penting sang Natali yang dianggap sebagai pahlawan keluarga. Tetapi yang namanya hidup, tidak hanya bahagia saja yang dialami, kedua sisi antara bahagia dan sedih pasti selalu seimbang (life balance).

Keputusannya untuk tidak berkeluarga (memiliki suami), terbukti mampu mengantarkan kesuksesan adik-adiknya. Tetapi siapa sangka, Rabu, 18 April 2018, tepat pukul 01.55 dini hari waktu setempat adalah hari terakhir Natali berada ditengah keluarganya.

Seperti tersambar petir disiang bolong, semua kaum keluarga, kerabat, sahabat, dan kenalan seolah-olah tak percaya dengan berita kematian Natali. Kurang lebih baru setahun kembali dari perantauan, dan memilih untuk beristirahat bersama kedua orangtuanya.

Tak diduga ternyata demi kebahagiaan keluarga, Natali menyembunyikan suatu penyakit mematikan (kanker) dalam dirinya. Yang belakangan berdasarkan informasi yang diperoleh pihak keluarga dari sahabat kenalan Natali, penyakit yang dideritanya sudah berada pada stadium 4 (posisi terakhir) ketika kembali ke kampung halaman.

Itulah Natali, pahlawan keluarga yang lahir bertepatan dengan peringatan kelahiran Juru Selamat di sebuah dusun terpencil. Ia lebih memilih untuk mengorbankan segalanya, termasuk nyawanya sendiri demi kebahagiaan keluarga yang ia cintai.

“Terimakasih kaka, sudah menjadi pahlawan dan teladan buat keluarga kita. Jasamu akan selalu dikenang”. Itulah kata-kata yang terlontar dari adik-adik Natali saat mengantarkan jenazah kakanya menuju ke pemakaman.

Hari ini, genap 40 hari kepergian Natali dari tengah-tengah keluarga, dan kerabat. Tetapi kisah Natali ini mampu memberikan kita pelajaran hidup yakni "jangan pernah menyerah dengan kenyataan hidup ini, jika ingin mengubahnya lebih baik". @hyrolado

Jumat, 25 Mei 2018

Download Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah


Dengan lahirnya permendikbud nomor 15 tahun 2018 ini dapat membantu operator sekolah dalam mengatur ekuivalensi beban kerja guru setelah sebelumnya dalam dapodik permendikbud nomor 14 tahun 2015 dinyatakan tidak berlaku. Adapun beberapa hal yang dapat admin ilowutung simpulkan berdasarkan lampiran I permendikbud ini yaitu:
  1. Wali kelas (2 Jam Tatap Muka)
  2. Pembina Osis (2 Jam Tatap Muka)
  3. Pembina Ekstrakurikuler (2 Jam Tatap Muka)
  4. Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/Penilaian Kinerja Guru (PKG) (2 Jam Tatap Muka)
  5. Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) (2 Jam Tatap Muka)
  6. Guru Piket (1 Jam Tatap Muka)
  7. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) (1 Jam Tatap Muka)
  8. Penilai Kinerja Guru (2 Jam Tatap Muka)
  9. Pengurus Organisasi/Asosiasi Profesi Guru tingkat:
    • nasional (ketua umum, sekretaris jenderal, ketua, wakil ketua, dan sekretaris) (3 Jam Tatap Muka untuk guru mata pelajaran)
    • provinsi (ketua dan wakil) (2 Jam Tatap Muka untuk guru mata pelajaran)
    • kabupaten/kota (ketua) (1 Jam Tatap Muka untuk guru mata pelajaran)

Selasa, 22 Mei 2018

Ke lima

"Rahasia untuk menguasai dunia, anda cukup memiliki salah satu dari kompetensi ini. Bahasa Inggris atau Teknologi Informasi Komputer"

Keempat

"Jangan mencoba terjerumus ke dalam dunia kejahatan. Sebab sangat mudah bagi seseorang untuk berbuat yang jahat. Namun untuk kembali ke jalan yang benar, butuh proses yang panjang"

Ketiga

"Mampukanlah dirimu untuk mengolah emosional yang selalu terjadi secara tiba-tiba. Dengan begitu, kamu terlihat semakin bijak"

Kedua

"Suatu kebanggaan bagimu jika kamu mampu membuat orang lain tersenyum"

Pertama

"Belajarlah menjadi pribadi yang selalu dirindukan semua orang yang pernah kita jumpai"